Monday, February 21, 2011

new life new hope

Terakhir bercerita setahun lewat sewaktu baru melahirkan Fabian, malaikat ketiga dalam keluarga kami. Sekarang Fabian sudah hampir 18 bulan, berarti kira-kira 18 bulan lalu aku bercerita disini. Lama juga ya, begitu banyak yang berubah dalam 18 bulan terakhir kehidupan kami, begitu banyak surprise, begitu banyak kebahagiaan, bingung mau mulai dari mana. Terlalu sayang untuk tidak diceritakan karena semua itu merupakan satu kenangan yang tak mungkin terlupakan bagi kami.

Berawal dari telepon menjelang malam diakhir tahun baru 2009 yang menawarkan Roy suatu pekerjaan, kami anggap hanya sekedar tawaran basa basi dan kami langsung melupakannya begitu saja. Kemuadian dilanjutkan beberapa minggu kemudian oleh tawaran yang lebih serius karena kebetulan Roy berangkat ke Singapura untuk sebuah pertandingan, kami tetap tidak memikirkannya dan mengganggap "too good to be true". Singkatnya kami nggak mau ge er dan nggak mau terlalu pe de dengan tawaran tersebut, takut kecewa.

Tuhan memang punya cara sendiri untuk menunjukkan kebesaran, kekuasaan dan ke-Esa-annya, yang tidak pernah bisa kita mengerti seringkali. Bertahun-tahun kami hanya berharap, meminta, berdoa, seringkali menangis, memohon lagi, berusaha, jatuh, bangun, kecewa, mencoba lagi, berusaha dan berusaha untuk bisa membahagiakan buah hati kami dan memberikan yang terbaik bagi mereka. Disaat segala pengharapan kami hampir habis, tiba-tiba terbuka pintu yang tidak pernah kami duga sebelumnya.

15 Juni 2010, dihari ulang tahun Roy, dengan segala pertimbangan dan pengharapan, kami sekeluarga pindah ke Singapura. Enam bulan yang berat sebelum kami benar-benar meninggalkan rumah cinta kami. Kami meninggalkan desa Limo bersama ketiga buah hati kami, menuju pengharapan dan masa depan yang baru.

Kini sudah hampir 8 bulan kami tinggal di Singapura, segalanya berbeda, tapi satu hal yang sama, dimanapun kami berada selama kami bersama, rasa bahagia itu ada.