Alhamdulillah, tak henti-hentinya aku mengucap syukur setelah berhasil melewati x-ray terakhir sebelum memasuki badan pesawat. Beberapa waktu yang lalu aku sempat bertanya kiri kanan mengenai bagaimana caranya supaya ASI yang sudah aku perah selama perjalanan bisa lolos masuk cabin dengan cooler tanpa masalah. Kekhawatiran tersebut karena belakangan airlines memberlakukan batasan membawa liquid kedalam cabin.
Sambil duduk tenang didalam pesawat aku mencoba menceritakan kembali pengalaman yang baru saja terjadi, siapa tahu suatu saat nanti ada momy yang melakukan travelling dan berencana membawa ASI pulang untuk oleh-oleh si kecil.
1. Sebelum berangkat aku sudah menghubungi panitia pelaksana Premier Cup Series (thanks to kak Zue yang sudah sangat membantu), untuk meyakinkan dilokasi pertandingan ada kulkas yang proper tentunya hal tersebut aku konfirmasikan sebelum keberangkatan. Aku juga bertanya apakah ada tempat untuk memerah ASI atau ruang tertutup dan juga air panas.
2. Sebelum berangkat tentunya mempersiapkan beberapa hal seperti:
a. cool box yang berukuran cukup, alias nggak kekecilan/kebesaran untuk menyimpan ASI perah selama 3 hari. Cool box ini aku dapat dulu waktu masih menyusui Tara, waktu travelling ke Manila dalam rangka Sea Games 2005.
b. Pompa asi berikut botolnya.
c. Karena aku pergi selama 3 hari, nggak mungkin rasanya menyimpan ASI tersebut didalam cup yang biasanya aku lakukan kalau aku memerah ASI dikantor. Alhamdulilah aku menemukan kantong penampung ASI yang oke banget (menurut aku lho). Kantong ASI tersebut cukup tebal bahannya dengan double zip, cukup besar kok ukurannya. Setelah ASI diperah dibotol, aku pindahkan kedalam plastik tersebut dan diseal. Keuntungan dari plastik ini karena bentuknya agak lebar, sewaktu disimpan di freezer bentuknya bisa rata, gak makan tempat.
d. Plastik ziplock untuk menjaga agar plastik yang menampung ASI tersebut aman dari segala kotoran. Kita kan nggak tahu kebersihan freezer tempat kita menyimpan ASI nantinya, mendingan cari aman plastiknya didobel. Disamping itu, dengan plastik dobel kita bisa menempelkan label extra. Kalau aku sih aku print label sebelum berangkat dengan tulisan besar-besar BREASTMILK, KEEP FROZEN!
e. Tablet untuk sterilisasi alat-alat pompa dan botol. Kan ga mungkin juga travelling bawa-bawa alat steril yang besar. Tapi ingat lho, setelah disteril, cuci ulang pakai air panas hingga benar-benar bersih.
3. Sampai ditujuan, setelah check-in di hotel, aku juga sampaikan kepada bagian front desk bahwa aku akan menitipkan ASI perah didapur mereka. Karena umumnya kamar hotel nggak punya freezer. Makanya label-label dan extra plastik ziplock sangat dibutuhkan.
4. Selelah memerah, aku double plastiknya pakai ziplock, tempel stiker dan tulis nomor kamar. Setiap plastik ASI juga dicantumkan tanggal dan jam kapan kita memerah.
5. Hubungi pihak hotel/antar sendiri ASI tersebut kedapur dah ingatkan kembali untuk menyimpannya di freezer. Duhhh untuk urusan ini aku bawel banget. Setiap menyerahkan ASI selalu bilang, please keep this in your freezer, below zero please… dah mati bosen kali tuh staf dapur diingetin terus.
6. Menjelang pulang ASI tersebut aku masukkan kedalam cooler. Aku sih masukin es batu sedikit trus susun plastik-plastik ASI dan tutup kembali dengan es batu.
7. Selama bertugas, aku menyimpan ASI perah tersebut didua tempat berbeda. Satu dihotel dan satu ditempat pertandingan supaya ASI nggak mondar mandir. Setelah check out dari hotel aku toh harus bertugas dulu dilokasi pertandingan. ASI tersebut aku gabungkan semuanya difreezer sampai menunggu tugas selesai sore hari dan merapikannya kembali ke coolbox dan berangkat ke bandara.
Terus terang, semua itu memang kalo dipikir-pikir merepotkan dan melelahkan. Tapi kalau dijalani gak berasa juga kok, ditambah niat memberikan ASIX kepada Rafa tercinta yang hampir berusia 3 bulan. Beberapa teman aku terheran-heran dengan semua itu. Diwaktu-waktu break aku selalu menyempatkan memerah, kemudian membersihkan alat-alat pompa dan botol. Walaupun badan secapek apapun aku tetap fokus bahwa Rafa tercinta menunggu ASI momy-nya dirumah.
Waktu check in di bandara KLIA, aku bertanya kepada petugas bahwa aku akan membawa ASI on board, apakah diijinkan? Tentunya mereka menanyakan hal-hal standar seperti berapa banyak, sampe 1 liter nggak? Wahhh kalau mau jujur banget sih ya pasti lebih banget dari 1 liter. Tapi pertanyaan tersebut aku jawab dengan cukup diplomatis, “you may check my cooler, I will show you the size of each package”.
Dengan pernyataan tersebut mereka toh nggak ngecek juga, dah males kali buka-buka coolbox yang isinya ASI. Aku sih alhamdulilah, nggak mo bohong tapi ga mo juga ASI nya disita karena lebih dari kuota seharusnya. Aku minta staf check in untuk nelpon ke gate dimana aku nanti akan masuk dan menanyakan boleh nggak bawa cooler. Duhhh, aku pikir-pikir aku ini bener-bener bawel dalam segala hal. Tapi mending bawel daripada sok tahulah, jadi aku cuek aja.
Setelah melewati imigrasi, tidak satu pertanyaan pun keluar dari mulut para petugas. Lewat x-ray begitu saja, padahal bawa-bawa coolbox yang ukurannya nggak kecil kan harusnya obvious bawa liquid ya walaupun frozen. Lolos satu gate aku relax sebentar, soalnya deg degan banget. Harus bilang apa ya kalo kantong-kantong ASI tersebut dibongkar dan dicek satu persatu?
Waktunya boarding tiba, nah ini dia yang lebih nakutin. Biasanya petugas-petugas yang ada lebih reseh, ya maklum aja kan dah langsung mau masuk pesawat. Hmmm, aku berharap petugasnya berbaik hati kalau nanti coolboxnya beneran mo dibuka dan dicek. Ehhh, alhamdulilah lolos lho, ga ditanya ini itu. Phewwww…. Legaaaa banget rasanya. Walaupun beberapa moms bilang ga pa apa bawa ASI masuk kedalam pesawat tapi mungkin belum mengalami sendiri jadi deg degannya tetep ada.
Hal ini akan berlangsung dalam beberapa minggu kedepan hingga bulan Agustus karena aku harus bolak balik. Insya Allah diberi kelancaran pada penerbangan berikutnya. Buat para moms yang sudah membantu memberikan saran dan menenangkan hati aku, terima kasih ya. Pengalaman ini nggak terlupakan rasanya, mudah-mudahan sharing ini berguna bagi moms lain.
9 comments:
aduh, harusnya tulisan ini dibaca rafa nanti tien, pasti dia makin yakin kalau cinta mamanya tulus banget...!
kl gw belom tentu bisa telaten gini deh...mana kl nggak diperah kan sakit bukan main. btw, disini ada plastik ziplock khusus ASI, keluaran medela atau playtex kl ga salah. kl ada yg pulang gw titipin deh....!
disini juga ada ada sih sil cuma emang harganya rada2 edan. rata2 150ribu buat 20-25 pcs plastik. mau tidak mau dibeli lah.. what to do... mudah2an gw bisa kasi asi eksklusif sampe 6 bulan... perjuangan masi panjang krn gw travelling sampe agustus. thanks for your support.
Allo, lam kenal yah sesama busui...Aku jg hrsnya tugas ke LN 10 hr tp terpaksa ditolak, krn mikir2 harus sedia ASIP min 80 kantong @120ml...wow mana sanggupppp.trus bingung jg gimana cr bawa ASIP balik dr sana.mana perjalanannya jauh bet, sekitar 20jam perjalanan.apa masih bisa beku yah. Tanya donk Mbak, kantong ASIPnya itu merk apa yah? Kl plastik ziplock disteril atau disiram air panas dl gak yah dalemnya? secara kita gak tau gimana buatnya.kl yg khusus ASIP kan dah disteril.Trus pil steril-nya beli dimana yah?tx mbak
hallo, salam kenal.
untuk plastik steril ASIP bisa beli di baby shop di itc kok. Aku pernah ketemu merk Gerber, harganya 100rb per 25 bag @ 150 ml dengan ziplock di itc cempaka mas. yang medela belum pernah lihat sih, tapi mestinya lebih mahal sedikit.
kira2 sehari butuh berapa bag ya?
tablet untuk sterilisasi botol beli di mana ya?
hi ella, kamu tinggal dimana. tablet untuk steril botol bisa didapatkan dimana-mana kok. rata-rata di baby shop pasti ada. kalau saya beli di mothercare shop.
Mba titien salam kenal, Terimakasih atas sharingnya mba titien, dua kata untuk mba titien "mengagumkan dan hebatt".
Aku juga membaca tulisan mba titien di web aimi, ada tulisan oleh mba yuniar and mba siska juga..
Kebetulan dalam waktu dekat saya mau ke madrid selama 3 minggu ;((
Baby saya sekarang 11 bulan, going to be 12 bulan saat saya tinggal nanti, untuk asip sudah saya udah siapkan untuk sarah..
Nah pertanyaannya : TSA regulation ini kan dikeluarkan oleh US dept. apakah bisa diberlakukan disemua negara? kalo membaca sharing mba titien, mba yuniar dan mba cecil yang pergi ke eropa, alhamdulillah bisa ya. Tapi ada gak ya regulation yang dikeluarkan uni eropa dengan isi yang berbunyi sama seperti di keluarkan oleh TSA ini?
Saya agak khawatir TSA regulation ini tidak berlaku disana, soalnya katanya madrid, agak lain aturannya..
Mohon sharingnya, saya sekarang lagi googling juga…
oh ya, satu lagi, kan plastik asi yang mba pakai kapasitas 150ml, mba titien isi full 150 ml ato cuma isi 100ml sesuai peraturan penerbangan itu?
thank yu,
santi, sarah’s mom (11month)
san coba kalo kamu mau tau peraturannya kamu email mereka, cari tau dan tanya dulu ga ada ruginya at least kamu usaha. kalo aku sih biasanya aku pol 150 ml hehe.. abis sayang kan space nya kebuang. tapi smua itu tergantung produksi asi kamu. kalo aku sih sekali pompa bisa dpt 120-160ml jadi ya masukin smua, kadang ada yg skali pompa dptnya 80ml,kan beda-beda. pokoknya kantong itu buat isi sekali pompa.
good luck ya...
Post a Comment