Monday, March 31, 2008

akhirnya saat itu tiba juga

Selasa, 18 Maret yang lalu aku berangkat ke kantor seperti biasa, didrop Yono. Nggak ada rasa apa-apa dan sekitar jam 10an aku ke toilet dan ternyata sudah keluar flek, tanda-tanda mau melahirkan. Gak panik sih, tapi ragu-ragu. Mau nerusin kerja tapi kok masih percaya sama kata-kata orang banyak bahwa anak kedua katanya lebih cepat lahir dibanding anak pertama. Tapi kalau melihat keadaanku yang masih bisa jalan biasa dan nggak merasakan sakit apa-apa kok rasanya masih lama ya?

Setelah menyelesaian beberapa kerjaan aku sms papa Roy dan bilang kalau aku mau kerumah sakit. Akhirnya kami sepakat kalau ketemunnya dirumah sakit aja, kebetulan mama dan Ita lagi disana, anterin Villa yang lagi mau imunisasi.

Ke rumah sakit naik taksi sendiri dan supir taksinya aware kali kalo mamak mamak yang dia bawa dah mo brojol. Trus mendadak dia bilang, “wah bu…, saya jadi takut, tapi kalo dah mo keluar ditaksi saya juga ga pa apa.” Yeee… dasar, sapa yang mo beranak di taksi, edan.

Setelah sampai aku langsung keruang bersalin, minta diperiksa dan suster langsung memasang alat CTG buat memeriksa kontraksi. Setelah periksa ini itu akhirnya dokter bilang aku nggak boleh pulang lagi. Ya wis lah, apa boleh buat. Sama deh kayak melahirkan Tara dulu, nggak pake acara libur-libur kantor trus langsung kerumah sakit.

Proses melahirkan kali ini nggak semulus Tara dulu. Waktu Tara, aku nggak dibantu obat atau infus, tapi kali ini setelah menunggu sampai jam 12 malam ternyata kontraksi nggak jalan juga dan nggak sakit-sakit, akhirnya dokter memutuskan untuk memberikan infus supaya kontraksinya lancar. Alamak…, kalau ditotal-total, sebetulnya kontraksi dan sakit yang tak terhingga itu hanya 6 jam, tapi rasanya benar-benar mematikan.

Alhamdulillah kali ini papa Roy dan mama sabar menunggu, sabar menghibur dan sabar tangannya diremet-remet. Akhirnya proses yang amat sangat menyakitkan itu berakhir juga. Tanggal 19 Maret 2008 jam 5:53 pagi bayi laki-laki mungil kami lahir. Langsung ditidurkan didadaku dan berusaha mencari puting susu mamanya.

Lega rasanya. Walaupun proses setelah melahirkan juga menyisakan rasa sakit, tapi yang terpenting adalah bayi kami lahir sehat tanpa kurang apa pun. Terima kasih ya Allah, atas berkah berlimpah yang telah Engkau berikan kepada keluarga kecil kami. Kami tahu tidak ada yang sempurna didunia ini tapi rasanya dengan kehadiran pangeran kecil kami, hidup kami terasa lengkap. Alhamdulillah, tak lupa kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam doa sehingga semuanya berjalan lancar.

1 comments:

Roulette Bets said...

The amusing moment