Saturday, December 29, 2007

liburan euy!...

Bagi kami sekeluarga nggak ada hal yang lebih menyenangkan dari acara berkumpul bersama. Apalagi setelah segala aktifitas panjang dan super sibuk selama hampir 2 bulan terakhir ini. Plus dengan tambahan keribetan jadwal kepulangan papa Roy dari Thailand yang bikin kita semua harap-harap cemas terus. Gimana enggak, aku selalu dapat kabar yang berbeda setiap hari, rencana pulang mulai tanggal 15, trus rubah ke 16 trus akhirnya confirm tanggal 17 ehhhh last minute ganti lagi sampai harus ganti pesawat. Akhirnya beliau ini nyampe juga didepan pintu kamar pada jam 02:30 dini hari tanggal 19 Desember yang lalu. Finally.....

Itulah perjuangan..., aku sih nggak ’complain’ karena tau apa yang papa Roy perjuangkan selama ini. Jadi kami berdua sepakat libur yang cuma sebentar dan tanpa rencana ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya terutama untuk si kecil kami. Kasian lho, selama ini mama papa-nya sibuk dengan tetek bengek pekerjaan, sementara Tara seringkali kami tinggal dirumah hanya dengan mbak Muji. Sempet lho akhir bulan November lalu papa pas lagi TC di Bandung mendadak mama harus berangkat ke KL untuk ambil sertifikasi penjurian. Alhasil Tara sama oma dan mbak Muji. Mama papa-nya sibuk terus ama urusan per-kuda-an.

Liburan sih nggak jauh-jauh, standard banget, ke Bandung. Sesuai dengan waktu yang sangat singkat dan terutama cocok dengan keadaan ’kantong’ yang saat ini sedang sekarat. Pokoknya kemanapun acara liburan kami yang penting maknanya bisa bersama. Kita berkunjung kerumah aki ’otak’ (ehmmm... aki botak maksudnya, maklumlah papa-ku sudah gundul, maap pah....) dan oma, mami-nya papa Roy di Wangsareja. Tara seneng banget karena main dengan sepupu-sepupunya, Caca ’n Lala.

Yah... kalau namanya ke Bandung nggak lain nggak bukan kerjaan kita kan cuma makan dan tidur yak. Kalau Tara nggak jauh-jauh dari kuda, kuda lagi kuda lagi. Emang agak keterlaluan. Tinggal udah dikandang kuda alias kita sekeluarga sudah berinteraksi dengan hewan besar ini 24 jam sehari, kerjaan mama papa juga nyangkutnya selalu ama urusan kuda, lha emang kita berdua pun dipertemukan karena olahraga ini, ehhh udah jauh-jauh pergi berlibur Tara teteffff....... nyarinya kuda lagi!

Ya udah, kan komitmen kita berdua mau menyenangkan hati tuan putri, jadi ya diturutin aja. While papa lagi nunggu temennya di daerah Cisangkuy, Tara keliling-keliling dengan kuda pony, nggak mau berenti. Setelah dibujuk-bujuk akhirnya bisa kompromi juga mau berenti, tapi gak lama setelah itu minta naik delman. Yo wis lah, skalian mama ikut juga. Setelah puas naik delman Tara balik lagi dengan kuda pony nya dan terakhir naik becak dan abis itu dia tewas alias tidur kecapean.

Setelah dari Bandung kami sempet ke Anyer lho, dengan seluruh keluarga Ibrahim minus keluarga Jeffry dan Ricky karena mereka ada di Batam. Cihuy banget deh. Maklumlah, Tara sejak brojol ga pernah diajak ke laut, jadi ini merupakan pengalaman dia yang pertama liat laut. Ehhmmm..., dasar anak ndeso, biasa tinggal didesa Limo, dicemplungin kekolam malah takut, payah deh. Setelah mama ikutan nyemplung baru deh dia pengen ikutan dan akhirnya malah nggak mau berenti dan nggak mau diangkat dari kolam.

Walaupun cuma sehari dilaut, rasanya kami hepiiiii banget. Duh, nggak pengen cepet-cepet berakhir liburnya. Mudah-mudahan kami bisa lebih sering meluangkan waktu untuk Tara, dan bisa menikmati liburan bersama seperti ini.

Foto-foto bisa dilihat disini!

Thursday, December 27, 2007

family holiday


Belum sempet cerita-cerita nih..., setelah papa Roy pulang (akhirnya) pada dini hari tanggal 19 Desember yang lalu kami sempet berlibur sebentar..., sebentarrrr banget! Tapi fun kok, at least kami berkumpul kembali setelah terpisah hampir selama 2 bulan. Cerita-cerita menyusul yak! Happy holidays everyone!!!

Tuesday, December 25, 2007

Friday, December 07, 2007

breaking news...

Sejak bangun tidur aku sudah nervous, membayangkan hari ini the real big day dimulai. Nun jauh disana Roy bersama rekan-rekannya, Laras, Jeane dan Jolfi akan berjuang memenuhi target yang sudah ditetapkan oleh KONI sebelum mereka berangkat menuju Sea Games akhir bulan yang lalu. Aku sempetin untuk sms Roy, mengucapkan selamat bertanding, tapi walaupun nggak liat secara langsung aku bisa merasakan dia juga deg-degan.

Jam 9an mbak Pingkan sms, menginformasikan hasil pertandingan salah satu team member, Laras. Nggak lama kemudia mbak Dilla juga sms-an, kalau sms yang ini belum ngomongin hasil pertandingan karena sedang ribet kamar yang diorder ternyata nggak sesuai dengan harapan. Duhhh, dasar orang Thailand, ngomong Inggris belepotan banget, dah jelas-jelas double bed dikasihnya triple..., dah kayak mau kemping.

Sekitar jam 11an kabar gembira itu datang juga. Dressage Team Indonesia berhasil mendapatkan medali perak, alhamdulillah....., rasanya aku langsung merinding. Dari awal memang kita nggak pernah men-target-kan diri untuk mendapatkan emas karena tahu banget peta kekuatan lawan, dimana kualitas kuda-kuda mereka sudah Grand Prix semua. Untuk mendapatkan medali perak pun penuh perjuangan, setelah sekian lama tim Indonesia absen dari perolehan medali karena kualitas kuda yang kurang memadai. Alhasil urutan perolehan medali adalah:
Medali emas : Malaysia
Medali perak : Indonesia
Medali perunggu : Thailand
Singapura ada di posisi ke-4

Bangga? Tentu saja karena salah satu team member yang memperkuat tim Indonesia adalah suami tercinta, yang sudah berjuang keras sejak awal tahun untuk meningkatkan kemampuannya, apalagi pertengahan tahun sempet injury tulang belakang. Alhamdulilah kami berhasil melewati masa-masa sulit tersebut. Mereka masih harus berjuang untuk perebutan medali individu dalam 2 hari kedepan, semoga mereka semua bisa memberikan hasil terbaik yang bisa mereka sumbangkan untuk negeri ini.


Sekali lagi bravo Dressage Team Indonesia!!!

Thursday, December 06, 2007

lagi sensi...

Hmmhhhh... again...., curhat mengenai my hubby yang lagi jauh. Pikir-pikir dan hitung-hitung, ternyata baru nyadar kalau Roy udah lama juga nggak dirumah, kurang lebih sih dari awal bulan November lalu. Menjelang Sea Games di Thailand, mengharuskan semua atlit untuk TC di Bandung. Jadi pulang ke Jakarta nya cuma seminggu sekali, itu juga hari Senin, pas aku kerja. Subuh-subuh Roy udah berangkat lagi ke Bandung. Untung aja sekarang perjalanan ke Bandung bisa ditempuh hanya dalam waktu 2 jam.

Rasanya lama banget lho, hiks... sedih banget. Tadi malam Roy telpon, kami memang sangat membatasi diri untuk nggak ngikutin kata hati telponan setiap saat, mahal banget bok. Sebenernya paling enak kalo bisa chatting atau email-an, tapi ya harap dimaklum, Roy kan bukan tipe technology freak kayak aku, jadi dia merasa selama ada istrinya yang bisa support dengan segala urusan internet, imel dan komputer dia sih rada males make teknologi itu. Nah, pas jauh begini deh baru berasa, putus komunikasi, cuma bisa sms-an. Duh, basi deh!

Kita sih ngobrol sebentar banget, Tara juga cuma say hello dan ngoceh-ngoceh ala dia. So far menurut Roy semua atlit dalam kondisi fit, terutama kuda-kuda. Oke semua, ya wis lah. Wish for the best aja. Biasanya sih aku nggak pernah lho resek kalo ditinggal-tinggal, atau mungkin karena selama ini ditinggalnya nggak selama sekarang. Ehhh, tumben kali ini rada rewel, sedihhh terus, pokoknya nggak pernah ngerasa keilangan seperti sekarang. Kayak anak ayam ilang induk banget deh. Padahal kalo diinget-inget aku tuh sebenernya orang yang sangat mandiri, kebiasaan ngurusin segala sesuatu sendiri dan nggak pernah mau tergantung dengan orang lain.

Mungkin karena selama ini Roy sangat memanjakan, jadi giliran dia pergi berasa banget keilangannya. Ternyata baru ngeh, bukan saja putri kecil kami yang kangen berat. Si mama juga kangen berat rupanya. Abis telponan pake acara mewek, duhhh noraknya! Ngalah-ngalahin orang pacaran. Setelah acara telpon selesai, aku masih sempet sms bilang kalo aku lagi sedih banget, keilangan banget dan kanget berat. Pokoknya lagi nggak oke!

Roy balesnya, "jangan gitu dong, kamu spport aku ya". Ya iyalah, pasti! Aku cuma bilang sorry, emang aku lagi sensi sekarang. Hihihi, jadi geli sendiri. Anak dah mau dua tapi kelakuan masih kayak orang yang lagi sedih ditinggal sang pacar. Duh duh..., masih lanjut masa pacarannya bu?

Tuesday, December 04, 2007

papa roy nun jauh disana

Hampir 2 minggu kami berdua, aku dan Tara terpisah dengan papa Roy, masih menunggu penantian sekitar 2 mingguan lagi..., rasanya lama banget. Kangen? So pasti, bukan saja si mama yang kangen tapi terlebih-lebih putri kecil kami. Beberapa hari yang lalu Tara sempat terbangun ditengah malam, menangis sambil memanggil papa-nya. Kemudian minta dipeluk, duh sedih juga ngeliat dia seperti itu. Mbak Muji juga melaporkan hal yang sama. Tara jarang banget nangis, suatu siang dia tiba-tiba nangis sambil manggil papa-nya. Kangen berat ya nak?

Kalau papa Roy pergi lama mungkin yang paling kehilangan memang Tara, karena sehari-hari selalu bermain, tidur dan bercanda dengan papa-nya (berhubung si mama sibuk kerja..., hiks!). Alhasil sejak ditinggal papa, Tara menjadi anak yang manjaaaa banget dengan mama. Sebisa mungkin aku pulang tepat waktu dari kantor dan berusaha nggak bikin acara diluar waktu kerja. Weekend juga selalu sama Tara.

Biasanya papa Roy selalu belanja mingguan ke hypermart, mau nggak mau sekarang aku harus meluangkan waktu untuk belanja, kalau nggak kita sekeluarga nggak makan deh. Duh, males nya. Ternyata selama ini aku udah terlalu manja, semua tergantung dengan papa Roy. Giliran papa Roy pergi baru berasa deh harus ngurusin segala rupa urusan tetek bengek rumah tangga. Gas habis, air mineral habis, belanjaan habis sampe segala urusan perkandangan harus aku urus, huuuu huuuu......

Kami hanya berkomunikasi melalui sms, sesekali aku telpon ke Thailand dan memberikan kesempatan supaya Tara bisa bicara dengan papanya. Setiap telpon Tara hanya bilang," papa.... puluk... puluk... (peluk)". Trus abis itu nggak mau ngobrol. Duhh, kasian putri kecilku. Kita doakan saja semoga papa dan tim-nya sukses mengharumkan nama Indonesia di Sea Games dan pulang membawa hasil terbaik.

Beginilah nasib kami berdua yang lagi ditinggal pergi sama papa Roy tercinta. Gak enak, sepi banget dan kangen ama kejailan, keisengan dan keusilannya. Untungnya di tiap weekend kami dikunjungi oleh keluarga Bintaro, jadi lumayan lah, Tara bisa main dengan sepupu-sepupunya dan rumah nggak sepi banget. Duh.... masih 2 minggu lagi ya papa Roy?