Monday, October 01, 2007

setelah kebakaran kamis lalu...

Cuaca di hari Kamis lalu daerah Ampera panas terik, kayaknya matahari lagi gembira banget menampakkan dirinya. Fiuh..., apalagi tengah hari, minta ampun gerahnya. Siang itu kita pada ngumpul di lantai 4 gedung BSS buat makan siang (ehmm...., gak puasa!). Semua komplit minus Yanik karena dia puasa. Kita sengaja berlama-lama disana karena AC-nya dinggiin banget plus acara makan bisa sambil nonton TV, jadi makin dipanjang-panjangin deh.

Abis makan kita meeting koordinasi kerjaan, bagi-bagi tugas berhubung kita emang lagi banyak project yang harus diberesin. Sari, Tia dan Berni turun duluan karena aku masih harus mendiskusikan beberapa hal dengan Arie. Mendadak kami mendapat informasi bahwa belakang kantor kebakaran, langsung lompat menuju jendela untuk liat separah apa apinya. Ya ampuuunnnn, gede banget! Lupa kalau aku sedang hamil, langsung terbang turun ke bawah, dah gak denger orang-orang teriak jangan lari Tien..., jangan lariii...

Bener aja, ditangga ketemu ama Berni yang juga menyampaikan hal serupa. Sampai didepan kantor tanganku langsung ditarik-tarik supaya nggak masuk kantor karena takut apinya masuk kedalam. Yang terpikir saat itu adalah menyelamatkan PC yang isinya data-data penting, hidup mati pekerjaan kami. Aku nekat masuk karena tahu banget posisi PC tersebut persis disamping tembok yang terbakar. Jangankan nunggu gosong, kena panas bisa pada bubar jalan semua. Aku masuk berdua Arie tapi kemudian aku diusir karena emang asapnya mulai masuk. Arie deh yang jadinya nyopotin semua kabel dan bawa kabur PC itu keluar.

Gak lama kemudian tim BSS turun tangan dan bantu keluarin semua barang-barang yang bisa dikeluarin. Ruangan makin panas karena api makin besar. Tapi alhamdulillah pemadam kebakaran cepet dateng dan mulai memadamkan api. Gak bisa dipungkiri, semua orang panik. Gerbang cepat-cepat ditutup karena menghindari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab masuk dan mengambil kesempatan karena semua barang bertebaran dimana-mana. Gak cuma kantor kita, tapi juga Elmanna Bakery dan Grace Fashion ikutan heboh, ya gemana enggak. Mereka kan juga bener-bener bersebelahan ama kita.

Semua tiba-tiba jadi kuat. Berni bisa-bisanya angkat kulkas. Bayangin coba, kalau orang kepepet dan panik ternyata tenaganya bisa berkali-kali lipat ya. Kasian tetanggaku, rata sama tanah dan tak bersisa satu pun barang. Untungnya pada saat itu nggak ada korban jiwa. Semua baru ngrasa capek banget setelah api padam, dan kita terduduk diam karena dah nggak ada energi lagi.

Selanjutnya gemana? Setelah bener-bener aman, kita cari tempat dan ruangan yang aman buat simpan semua barang sementara. Apa boleh buat, kita harus kerja keras lagi masukin barang-barang tersebut keruangan lain yang aman. Duhhh, tobat dan ga kebayang.

Ruang training kecil jadi tempat penampungan sementara. Hari Jum'at kami mulai memeriksa semua barang, ada yang ilang nggak ya? Web cam dimana ya? Hub dimana ya? Duh.. ada yang liat kabel modem gak? File aku dimana ya? Duhhh, hectic, apalagi hari Jum'at ini juga bertepatan dengan hari gajian. Matilah! Semua komputer tersambung dan kita tetap bekerja ala kadarnya. Berni nggak masuk karena kakinya keseleo parah. Ya gemana nggak parah, kulkas segede gitu kok bisa-bisanya digotong. Samson kaleeee.

Nah... nyari-nyari kabel dan benda-benda kecil lain yang paling bikin males. Gemana engga, semua barang bertumpuk dan kita nggak tahu harus mulai dari mana. Males banget, tapi mau nggak mau harus dikerjain juga. Kalau nggak mulai ya nggak bakalan selesai. Dengan semangat 45 cewe-cewe perkasa langsung kerja angkat barang-barang dan menata ruangan yang kecil mungil itu jadi kantor sementara. Biar gemana pun kerjaan kan harus tetep jalan, tul gak?

Walaupun nggak bisa kerja efektif tapi hari Jum'at berjalan lancar. Ruangan yang kena musibah mulai diperbaiki dan sudah ditambal dan dicat kembali. AC yang terbakar semuanya diganti. Ditengah-tengah kemalangan itu kami masih tetap bersyukur bahwa kami nggak mengalami kerugian yang cukup berarti dan mencoba membayangkan nasib orang-orang yang kehilangan tempat tinggal mereka. Lagi puasa, dah mau Lebaran, aduhhh, nggak kebayang penderitaan mereka. Kami juga membawakan pakaian-pakaian buat mereka yang terkena musibah. Baju-baju Tara yang sudah kekecilan dan yang lama-lama semua aku wariskan buat mereka. Semoga berguna.

Jum'at kemaren aku pulang malam banget. Rasanya badan rontok. Baru berasa capek sekarang setelah hari Kamis angkat-angkat barang dan shock, trus Jum'at ini beres-beres barang. Rasanya pengen mandi air hangat dan dipijet. Pulang kerumah semua sudah gelap. Tara sudah tidur, papa Roy sudah ngorok. Hiksss.. siriikkkkk. Aku buru-buru mandi karena udah penuh dengan debu seharian barang-barang dikantor.

Mayan juga, perbaikan super cepat dan kilat membuat kami bisa kembali bekerja hari Senin ini, walaupun harus beres-beres lagi karena semua network berantakan dan barang-barang sebagian masih nggak jelas ada dimana tapi kita sudah kembali ke meja masing-masing. Udah nggak bisa berkata-kata lagi selain ucapan syukur bahwa kami masih diberi kesempatan untuk berkarya dan tidak ada korban dalam kejadian Kamis lalu. Tapi dari kejadian itu aku bener-bener bisa merasakan kalau orang sedang dalam musibah kebakaran, panik dan membayangkan rasanya terperangkap diruangan yang panasnya minta ampun. Semoga kejadian ini membawa hikmah dan pelajaran bagi kami semuanya, dan jangan sampai terulang lagi.

2 comments:

Dhona said...

Ikut prihatin ya Tin. Semoga perbaikannya cepat selesai dan bisa ngantor lagi seperti biasa. Insya Allah ada hikmah yang baik setelah kejadian ini.

silisf said...

syukurlah elo gapapa tien..deg2an bacanya. yg si berni itu..kok bisa ya ngangkat kulkas? kayak hulk aja, kl kepepet jadi perkasa...