Dalam perjalanan pulang menuju rumah Jeanette, Shirley dan Ellen sudah bilang bahwa daerah tempat beliau tinggal enak banget, deket dengan Orchard Road dan nyaman. Aku cuma bilang okey... karena udah capek dan udah malam, jadi nggak terlalu memperhatikan sekeliling. Sampai dirumah tersebut aku sempet kaget, ya ampun... nggak nyangka tempatnya nyaman banget. Rumahnya tua, gaya jaman kolonial dengan warna yang didominasi warna putih dan hitam. Walaupun rumah tua, mereka merawatnya dengan sangat baik. Setelah mandi, kita ngobrol-ngobrol diteras depan dan mereka cerita sudah tinggal disana selama 11 tahun.
Aku sangat mencintai acara jalan kaki, tapi sayangnya di Jakarta nggak mungkin ini bisa dilakukan, mana ada tempat buat pejalan kaki. Pedestrian area sudah dimonopoli oleh menjaja kaki lima dan pengemudi motor yang nggak tau aturan. Duhhh sedih banget kalo inget negara sendiri. Perjalanan menuju Orchard Road sore itu nyamannnn banget, melewat beberapa kedutaan, Philippines, Jepang dan Saudi Arabia, akhirnya aku sampai juga di Tanglin Road. Heran, negara sekecil ini kok bisa-bisanya punya pohon-pohon yang luar biasa besar, tua dan dilindungi, sementara kita di Jakarta, gersang semua. Hiks....
Sepanjang sore aku hanya duduk dan membaca dengan manis di Borders, kalau pegel jalan-jalan, makan dan kembali ke Borders. Hmmmm, kalau dipikir-pikir udah lama banget aku nggak menikmati waktu sendiri seperti ini, membaca, makan, minum...tanpa diganggu siapa-siapa. Nyaman sekali rasanya. Walaupun sebagian isi kepala ada di Jakarta, membayangkan wajah putri kecilku, sedang apa dia disana, tapi aku benar-benar menikmati sore itu. Apalagi hujan turun lumayan deras. Segelas kopi panas dan majalah rasanya cocok banget deh.Menjelang malam aku bertemu teman lama, ngobrol kekanan kekiri sambil menikmati makan malam yang minimalis (aku udah kebanyakan makan soalnya!), nggak terasa udah saatnya harus pulang. Ya pas juga sih, kaki udah pegel, capek dan ngantuk. Aku memutuskan pulang naik taksi, bukan karena takut pulang jalan kaki, tapi gerimis masih turun, daripada sakit ya cari aman aja deh. Hmmm, kapan lagi aku bisa menikmati jalan kaki seperti hari itu...., Nassim Road...., bersih, nyaman, aman dengan suara-suara burung yang masih begitu terasa alami.
1 comments:
Tin, itu rumah keliatannya adem banget. Pasti senang deh berada di rumah itu. Rumah impianku banget. Dikelilling pohon-pohon yang rindang, trus masih ada kicauan burung. Aduh senangnya.
Btw, dari Singapore nggak bawa oleh-oleh ya?
Post a Comment